Sofbol

Posted April 14, 2009 by khazami
Categories: Bebas

Sofbol atau softball adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari 2 tim. Permainan sofbol lahir di Amerika Serikat, diciptakan oleh George Hancock di kota Chicago pada tahun 1887. Sofbol merupakan perkembangan dari olahraga sejenis yaitu bisbol (baseball) atau hardball. Bola sofbol saat ini berdiameter 28-30,5 sentimeter; bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain lawan yang memukul (batter) dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Terdapat sebuah regu yang berjaga (defense) dan tim yang memukul (offense). Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tiga seri marka (base) pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plate.

Terdapat tiga tipe permainan sofbol:

  • Fast pitch softball merupakan permainan ditentukan oleh pitcher. Pitcher melempar bola dengan kecepatan maksimum, serupa dengan bisbol. Perbedaan terdapat pada gaya lempar pitcher dan cara pelepasan bola. Pelepasan bola terletak di bawah atau sama dari posisi glove.
  • Modified pitch softball atau sering dikenal dengan nama modball. Tujuan utamanya adalah untuk melunakkan aturan-aturan yang dipakai di kategori fast-pitch sehingga pemain-pemain yang belum terbiasa tidak akan terkejut dengan peraturan-peraturan yang “ketat” di sofbol seperti strike zone, jarak antara base, lamanya permainan dan lain-lain. Kecepatan lemparan pitcher dalam modball berada di antara fast dan slow pitch. Kecepatan bola dibatasi dengan putaran lengan melebihi bahu.
  • Slow pitch softball memberikan kemudahan bagi batter untuk memukul bola. Batter diberi bola terus-menerus oleh pitcher sampai bisa memukul bolanya. Lemparan pitcher pelan melambung. Permainan ini sering dimainkan dalam komunitas sosial sebagaimana sebuah kompetisi, tanpa dibatasi umur dan gender.

Sumber   :http://id.wikipedia.org/wiki/Sofbol

Piala Dunia FIFA

Posted April 14, 2009 by khazami
Categories: Bebas

Piala Dunia beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari kata tersebut, lihat Piala Dunia (disambiguasi).

Piala Dunia Sepak bola atau sering disingkat sebagai Piala Dunia saja (nama resmi: Piala Dunia FIFA) adalah kompetisi terpenting dalam dunia sepak bola internasional. Diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association (Fédération Internationale de Football Association), pengatur cabang olahraga ini, turnamen babak final Piala Dunia adalah ajang olahraga yang paling banyak ditonton di dunia, melebihi bahkan Olimpiade.[1]

Babak final turnamen (merujuk kepada bagian turnamen setelah kualifikasi) ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali namun kejuaraan ini mengambil masa dua tahun secara keseluruhan. Lebih dari 160 tim nasional bertarung dalam turnamen kualifikasi regional untuk meraih tempat dalam babak final. Turnamen finalnya kini melibatkan 32 tim (peningkatan dari 24 tim pada tahun 1998) yang berkompetisi selama 4 minggu di negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Inovasi yang dilakukan baru-baru ini memperbolehkan lebih dari satu negara menjadi tuan rumah.

Penyelenggaraan Piala Dunia berikutnya akan berlangsung di Afrika Selatan pada tahun 2010.

Sumber   :http://id.wikipedia.org/wiki/Piala_Dunia_FIFA

YA ALLAH TOLONGLAH AKU

Posted April 14, 2009 by khazami
Categories: Bebas

“Sampai dgn akhir Desember 2006, saya tidak punya hutang diluar. Saya punya Handphone bagus, motor bebas cicilan, usaha ada, tidur bisa nyenyak, tidak ada rasa was-was atau ketakutan. Intinya saya menikmati hidup tanpa beban yg berarti. Tugas saya hanya mencari pendapatan untuk membantu Ibu saya.

Jujur, saya menulis/mengetik tulisan ini sambil hati saya menangis.

Saya bertemu dengan wanita yang sekarang adalah Istri saya (Alhamdulillah Yaa Allah) pada pertengahan Desember yaitu tgl 20.
Selama +/- 1 minggu kami adakan pendekatan, sampai akhirnya kami pacaran. Selama pacaran Alhamdulillah tidak ada musibah ataupun perzinaan. Saya setia antar jemput dia yg bekerja di Cinere (Cinere – Pdk. Bambu).
Orang tua Istri saya menanyakan akan keseriusan saya dgn anaknya.
Saya bilang : Bu.., Allah dan para makhluk ciptaan-Nya yang ada disekeliling kita menjadi saksi, bahwa saya serius bukan utk main-main.

Mertua saya bilang : Ya udah kapan dong?? Gimana kalo hari besar Islam, tgl 20 Januari?

Saya bilang : Insya Allah, saya mau Bu. Tapi gak tau apa Ibu saya setuju atau tidak.

Akhirnya saya berusaha untuk Izin Ibu saya, tapi Ibu saya kurang suka dengan calon istri saya. Ibu saya berharap saya mendapatkan jodoh yg kehidupannya lumayan, sehingga tidak menyusahkan aku nantinya.

+/- 1 minggu saya akan menikah dgn istri saya, istri saya jujur menceritakan keadaannya. Ternyata istri saya sudah tidak perawan. Jujur saya amat terkejut, tapi saya bukan mencari perawannya, tapi kesetiaan dan kasih sayangnya.
Akhirnya saya bertekat dengan ikhlas tanpa paksaan, tidak akan mengurungkan niat saya untuk menikah dengan istri saya.
Beberapa hari sebelum hari H, Ibu mertua saya minta biaya pernikahan sampai akhirnya saya menjual Handphone saya sebesar Rp.800.000,- karena mendadak dibutuhkan. Sebelumya, saya lupa kapan (yang jelas tidak lebih dari 1minggu sebelum pernikahan) sudah memberikan uang secara berangsur kpd Ibu mertua saya sebesar Rp. 500.000,- untuk keperluan pernikahan pula.

Tiba waktunya, 20 Januari 2007. Saya menikah dengan istri saya tanpa didampingi oleh keluarga saya, yang mendampingi / wali saya adalah seorang Ustadz.
Total biaya +/- Rp. 6 Juta-an. Sampai akhirnya saya Hutang kepada mertua saya sekitar Rp.4jutaan.

Kemudian +/- 3 hari pernikahan saya terkejut lagi, karena pengakuan Istri saya, yang sudah tidur dengan Istri saya lebih dari 2 Orang dan tiap orangnya lebih dari 1kali melakukan perbuatan terkutuk itu. Dan dia pernah menggugurkan kandungan. Saya Terkejut!!! Tapi nasi sudah jadi bubur. Saya Ikhlas, karena dia ingin bertoubat.

Dari situlah mulai kehidupan saya morat-marit. Saya terus mencicil sampai 4 bulan pernikahan yg akhirnya lunas. Saya pun mengambil motor baru kredit atas nama istri saya dari Adira Finance.

Pada bulan Juli tanggal 2 akan diadakan resepsi pernikahan, saya setuju asal jangan mewah, karena saya tidak punya uang. Ibu mertua saya memaksakan kehendak, Istri saya mulai terlihat memihak kpd Ibu merua saya (tapi tidak mau dikatakan memihak). Sampai terlaksananya acara resepsi uang saya terkuras habis entah berapa karena saya tidak menghitungnya. Hutang diluar ada sekitar Rp.18 juta-an (Bpk. mertua saya sampai sekarang tidak mengetahuinya). Pagi sebelum acara Bpk Mertua saya masuk rumah sakit krn terserang Demam Berdarah, Sebagian uang sumbangan yang terkumpul (+/- 30%) langsung dibuka oleh Ibu mertua saya secara diam-diam, tanpa sepengetahuan saya dan istri saya. Katanya untuk biaya berobat Bpk mertua saya yang sedang sakit di RS. Yadika, dan membayar Musik Gambus untuk hiburan resepsi.
Sementara setahu saya itu semua paket.

Motor sayapun ditarik.

Hutang dari Resepsi harus saya tanggung.

Kemudian musibah datang lagi, Konversi minyak tanah ke Gas 3 Kg merusak bisnis saya.
Sebelumnya 1minggu = 1 tanki Minyak tanah, sekarang 1 bulan = 1 tanki.

Keluarga isteriku tidak mengerti akan kesulitan aku, yang menerti hanya 4 orang, yaitu Isteri, Bapak Mertua ,Adik Ipar saya & Nenek Isteri saya.

3 orang lainnya masa bodo, keadaan saya sudah seperti ini pun mereka tidak ada yang bentu aku.

Yaa Allah tolonglah aku…..

Bagi para pembaca yang Insya Allah diberkahi oleh Allah SWT.

MOHON DOA DAN SUMBANGANNYA

Sumber   :http://www.wisatahati.com/modules.php?name=News&file=article&sid=45

SEBAIK-BAIKNYA MANUSIA

Posted April 14, 2009 by khazami
Categories: Bebas

“Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, atau paling tidak TIDAK menjadi beban buat orang lain. Mari kita perjuangkan segala impian kita dengan PIKIR, DZIKIR dan IKHTIAR, sehingga pada akhirnya kita dapat menjadi sebaik-baiknya manusia. Salam http://www.clubhape.com Cara SUKSES lewat PONSEL”

Sumber   :http://www.wisatahati.com/modules.php?name=News&file=article&sid=14

Hidup Jangan Tertidur

Posted April 14, 2009 by khazami
Categories: Bebas

Hidup Jangan Tertidur!
oleh Arvan Pradiansyah, penulis buku You Are A Leader!

Hidup Jangan Tertidur!

Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani
hidup ini dalam keadaan tertidur. Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan tertidur.

Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu,
tapi tidak sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.

Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!

Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah sebenarnya adalah rahmat terselubung karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau Anda sakit. Anda baru sadar pentingnya olahraga kalau kadar kolesterol Anda mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau Anda di-PHK. Seorang wanita karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.

Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau Anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai! Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas, Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali.

Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati.

Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.

Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman- pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalam an manusiawi. Manusia bukanlah makhluk bumi melainkan makhluk langit. Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan rumah untuk mencari rumah yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.

Coba Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulka n kekayaan — apalagi dengan menyalahgunakan jabatan — kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.

Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.

Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu Pena lebih tajam dari pedang Tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid

Sumber   :http://www.wisatahati.com/modules.php?name=News&file=article&sid=11

pendidikan »

Posted April 14, 2009 by khazami
Categories: Pendidikan

[4 Apr 2009 | No Comment | ]

Ada yang spesial untuk kamu-kamu yakni kisi-kisi ujian nasional baik SD, SMP maupun SMA dengan mata pelajaran komplit, matematika, bahasa Indonesia, Fisika, Akuntansi,  dan lainya. Filenya kecil karena tidak sampai 1 Mb.
Gampang kok silahkan aja download pada link dibawah berikut
Kisi-Kisi soal Ujian Nasional SD, SMP, SMA, SMK
Semoga kumpulan kisi-Kisi Soal Ujian Nasional SD, SMP, SMA lengkap ini membantu adek-adek.

Sumber   :http://warnadunia.com/category/berita-utama/pendidikan/

Articles in the artikel islami Category

Posted April 14, 2009 by khazami
Categories: Pendidikan

artikel islami »

[2 Apr 2009 | No Comment | ]

Bagaimana membangkitkan remaja Indonesia dengan Islam?
Bila kita mengikuti dan perhatikan corak kehidupan remaja saat ini, pastilah kita akan tersentak dan ngeri membayangkan betapa akan suramnya masa depan bangsa kita nantinya. Betapa tidak, remaja yang merupakan penerus masa depan bangsa, saat ini sudah banyak yang ”rusak” kehidupannya.
Nyontek menjadi kebiasaan yang mendarah daging, pacaran yang tidak jarang dilengkapi dengan perzinahan jadi kebutuhan, narkobapun jadi jajanan. Belum lagi semangat belajar yang semakin terkikis. Mereka lebih senang nongkrong dan kongkow-kongkow di mall ketimbang menbaca buku. Tawuaran jadi aktivitas kesehariaan para pelajar kiwari. Tragis!!
Sebagian remaja …

Sumber   :http://warnadunia.com/category/islam/artikel-islami/

Articles in the Sains Category Sains, kesehatan »

Posted April 14, 2009 by khazami
Categories: Pendidikan

ains, kesehatan »

[1 Apr 2009 | No Comment | ]

Ada beberapa zat-zat kimia yang dapat membahayakan kelangsungan hidup atau kesehatan manusia. Zat – zat tersebut merupakan bahan kimia beracun tersebut akan merusak jaringan tubuh terpenting sehingga menggangu atau bahkan menghentikan fungsinya. Beberapa jaringan tubuh yang rentan terhadap keracunan diantaranya kulit, susunan syaraf, sumsum tulang, ginjal, hati, dan alat-alat pencernaan. Jika organ tersebut terganggu, terjadilah penurunan tingkat kesehatan yang akan membahayakan jiwa manusia, terutama bila pertolongan terlambat diberikan.
Beberapa jenis bahan kimia yang harus diperhatikan karena berbahaya adalah :

Bahan Kimia

Penjelasan

Potensi Bahaya Kesehatan

AgNO3

Senyawa ini beracun dan korosif. Simpanlah dalam botol …

Sains »

[31 Mar 2009 | No Comment | ]

Sistem pencernaan manusia terdiri atas 2 bagian:
1. saluran pencernaan
2. kelenjar-kelenjar yang berhubungan
Fungsi :
a. ingesti dan digesti makanan
b. absorbsi sari makanan
c. eliminasi sisa makanan
Langkah-langkah proses pencernaan makanan:
1. Pencernaan di mulut dan rongga mulut: makanan digiling menjadi kecil-kecil oleh gigi dan dibasahi oleh saliva
2. Disalurkan melalui faring dan esophagus
3. Pencernaan di lambung dan usus halus: dalam usus halus diubah menjadi asaam-asam amino, monosakarida, gliserida dan unsure-unsur dasarnya yang lain.
4. Absorbsi air dalam usus besar: akibatnya isi yang tidak dicerna menjadi setengah padat (veses).
5. Veses dikeluarkan dari dalam tubuh melalui kloaka (bila ada) …

Sains »

[31 Mar 2009 | No Comment | ]

Kebudayaan yang ada di dunia itu beraneka ragam. Hampir semuanya tidak memiliki kemiripan satu sama lain. Hal ini semua berdasar pada kebiasaan hidup dan pengaruh lingkungan dari setiap wilayah.
Kebiasaan itu sendiri berawal dari suatu kegiatan yang dilakukan secara terus – menerus. Misalnya pada suatu aktifitas menggambar yang dilakukan suku Aborigin. Hampir setiap hasil karya dari para seniman disana menampakkan gambar berwujud ikan dan dewa – dewa. Seolah masyarakat suku tersebut memiliki kebudayaan secara turun – temurun yang mengandung unsure mistis didalamnya.
Contoh lain misalnya yaitu gambar yang ada pada …

Berita Dunia, Sains »

[31 Mar 2009 | No Comment | ]

Inilah keterangan terbaru dari para ilmuwan peneliti fosil yang sebelumnya di perkirakan merupakan fosil kepiting. Hurdia victoria yang mulanya digambarkan hewan berkulit keras, sekarang digambarkan sebagai “raksasa” kata beberapa peneliti di jurnal Science terbitan terbaru.
Studi itu menyatakan Hurdia adalah cabang awal evolusi yang melahirkan “arthropods”. Sebuah kelompok besar yang berisi serangga, hewan berkulit keras, laba-laba, luing (binatang sejenis lipan yang berkaki banyak) dan lipan modern.
Satu tim ilmuwan dari Swedia, Kanada dan Inggris mengumpulkan potongan fosil guna mengungkapkan Hurdia bukanlah hewan berkulit keras seperti ketam.
Potongan pertama fosil Hurdia ditemukan hampir 100 …

Sains »

[31 Mar 2009 | No Comment | ]

Wow.. berikut ini daftar ikan laut yang populer dan digemari oleh masyarakat di indonesia. Lihat aja daftarnya:
* Barakuda
* Coelacanth
* Haring
* Hiu
* Tengiri
* Tongkol
* Terubuk
* Lion Fish
* Ikan Kerapu
* Blowfish
* Ikan Teri
* Ikan Kakap
* Ikan Pipis
Anda masuk yang gemar mana dari salah satu diatas.

Sumber   :http://warnadunia.com/category/teknologi/sains/

Artikel Pendidikan: GLOBALISASI PENDIDIKAN DAN KETIDAKSIAPAN SEKOLAH

Posted April 14, 2009 by khazami
Categories: Pendidikan

1 January 2009 No Comment

Judul Artikel: GLOBALISASI PENDIDIKAN DAN KETIDAKSIAPAN SEKOLAH

Globalisasi bukan gejala alami tetapi terjadi karena tindakan manusia. Artinya, Ia merupakan hasil perkawinan antara kinerja kekuatan teknologi pada satu sisi dan kekuatan ekonomi pada sisi lain dalam setting hubungan internasional yang begitu menggema selama 25-30 tahun belakangan ini. Seperti banyak gejala lain, globalisasi ditandai oleh ambivalensi – yaitu tampak sebagai “berkah” di satu sisi tetapi sekaligus menjadi “kutukan” di sisi lain. Tampak sebagai “kegembiraan” pada satu pihak tetapi sekaligus menjadi “kepedihan” di pihak lainnya. Ciri ambivalensi seperti ini dalam globalisasi adalah persoalan sentral yang maha penting. Di situ terletak locus problematicus yang menyimpan tantangan besar bagi pendidikan sekolah. Beberapa contoh watak ambivalensi globalisasi dalam pendidikan sekolah adalah;

1). Globalisasi menghadirkan pesona “kecepatan” yang akan berlawanan dengan masalah “kedangkalan pemahaman pengetahuan pada anak didik”;

2).Globalisasi “menguntungkan bagi yang berpikir dan bertindak cepat” dan “celaka bagi orang yang berpikir dan bertindak lambat;

3). Globalisasi akan “memudahkan membuat hubungan dan mengatasi jarak wilayah (lokalitas) ” tetapi “adanya ketidakpekaan pada akar dan ciri-ciri budaya lokal”; dan

4). Globalisasi akan “memunculkan potensi menyelesaikan masalah secara cepat pada skala global” tetapi “menjadi beban keluasan lingkup pada skala penyebab masalah”.

Dilema-dilema seperti itu akan tetap menjadi ciri globalisasi kapan pun. Tugas para guru yang bergerak di lembaga pendidikan sekolah bukan meniadakan dilema, melainkan menyiapkan diri dan anak didik untuk hidup dalam tegangan-tegangan itu.

Secara popular, globalisasi berarti menyebarnya segala sesuatu secara sangat cepat ke seluruh dunia. Globalisasi juga berarti bahwa kerusuhan yang terjadi di suatu tempat tidak dapat disembunyikan karena secara serta-merta diketahui oleh seluruh dunia. Globalisasi juga berarti bahwa “rap musik” yang mula-mula hanya disukai oleh anak-anak muda berkulit hitam di bagian kumuh dari kota-kota besar di Amerika Serikat, dengan sangat cepat menjadi kesukaan anak-anak muda di Jakarta dan di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Dengan kata lain, globalisasi dipahami sebagai melokalnya hal-hal yang datang dari luar. Pandangan bahwa makan di McDonald atau di Kentucky Fried Chicken (KFC) lebih enak dan bergengsi dari pada makan di restoran padang atau di Warteg merupakan bukti dari proses lokalisasi dari kebiasaan yang datang dari Amerika Serikat ini. Sekarang sudah kelihatan pula kecenderungan untuk nonton bioskop sambil makan popcorn dan minum Coca-Cola. Ini juga suatu contoh dari proses lokalisasi terhadap kebiasaan-kebiasaan yang datang dari budaya luar tadi.

Dalam mengahadapi kenyataan seperti ini, kita menghadapi dua pilihan antara “membiarkan diri terseret oleh proses globalisasi” atau “kita memanfaatkan proses globalisasi untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas pribadi”. Saya kira, kita semua memilih yang terakhir ini. Jika demikian halnya maka kita harus memasuki the world systems dengan sadar dan iklas. Di samping itu, kita harus pula mendefinisikan dengan jelas, jenis modernitas seperti apa yang akan kita pergunakan sebagai rancangan dasar untuk menjalani modernisasi proses pendidikan. Saya kira, kedua hal ini belum kita pikirkan secara baik di komunitas pendidikan di tanah air hingga saat ini.

* * *

Dalam membedah mutu pendidikan di tanah air hingga hari ini, terlihat ada tiga faktor penyebab terjadinya degradasi mutu pendidikan kita selama ini, antara lain;

Pertama, strategi pembangunan pendidikan kita selama ini lebih bersifat input oriented. Strategi yang demikian lebih bersandar kepada asumsi bahwa bilamana semua input pendidikan telah dipenuhi, seperti penyediaan buku-buku (materi belajar) dan kurikulum, penyediaan sarana pendidikan, serta pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya, maka secara otomatis lembaga pendidikan di sekolah manapun di Indonesia ini, akan dapat menghasilkan output (keluaran) yang bermutu sebagaimana yang diharapkan. Ternyata strategi input-output yang diperkenalkan melalui teori Education Production Function sebagaimana diperkenalkan Hanushek tidak berfungsi efektif di lembaga pendidikan sekolah di daerah manapun di Indonesia. Strategi itu ternyata hanya cocok dipraktikkan pada sektor ekonomi dan industri semata.

Kedua, pengelolaan pendidikan selama ini lebih bersifat macro oriented, yaitu diatur oleh jajaran birokrasi di tingkat pusat. Akibatnya, banyak faktor yang diproyeksikan di tingkat makro tidak berjalan sebagaimana mestinya di tingkat mikro (sekolah). Bahkan, tidak jarang apa yang diproyeksikan di tingkat pusat cenderung menyimpang dari realitas sesungguhnya di sekolah-sekolah. Dengan kata lain, kompleksitas cakupan permasalahan pendidikan di banyak sekolah seperti; kondisi lingkungan sekolah, bervariasinya kebutuhan siswa dalam belajar, bervariasinya kemampuan guru, serta berbedanya aspirasi masyarakat terhadap pendidikan, seringkali tidak terpikirkan secara utuh dan akurat oleh birokrasi yang melahirkan kebijakan di tingkat makro (pusat).

Ketiga, pada tingkat sekolah sendiri persoalan yang kerap terjadi adalah lemahnya kemampuan kepala sekolah dalam membaca arus global. Tidak dapat dipungkiri, masih banyak sekali kepala sekolah di negeri ini yang tidak menguasai pengetahuan standar sebagai kepala sekolah seperti; kemampuan manajerial, penguasaan teknik kepemimpinan, menguasai teknologi informasi (komputer, internet), dan sebagainya. Kondisi ini masih terus terjadi lantaran di banyak sekolah, jabatan kepala sekolah tidak jarang dipilih melalui “sistem tunjuk” yang hanya didasarkan pada analisa faktor loyalitas, senioritas, ketokohan, dan kedekatan hubungan, dan mengesampingkan analisa kompetensi pribadi dan kemauan bersaing. Hasil yang kita saksikan adalah kerja kesehariana kepala sekolah cenderung konvensional – yaitu mengedepankan budaya kerja Asal Bapak Senang (ABS), menurut petunjuk, dan sebagainya. Kondisi yang sama kemudian ditiru para guru dari hari ke hari yang kemudian menghasilkan budaya kerja yang jauh panggang dari kompetensi dan professional. Akibat yang kita saksikan dari budaya kerja demikian adalah mutu pendidikan kita secara nasionala terus melorot dari waktu ke waktu dan anak didik kita tidak mampu bersaing secara terbuka di era yang serba kompetitif saat ini.

* * *

Tiga hal di atas memberikan pemahaman kepada kita bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya terfokus pada penyediaan faktor input pendidikan semata yang harus digarap di tingkat pusat tetapi juga harus terus memperhatikan faktor proses pendidikan itu sendiri di sekolah-sekolah. Input, merupakan hal mutlak harus ada dalam batas-batas tertentu tetapi tidak menjadi jaminan secara otomatis dapat meningkatkan mutu pendidikan.

Mengingat sekolah sebagai unit pelaksana pendidikan formal terdepan dengan berbagai keragaman potensi anak didik yang memerlukan layanan pendidikan beragam dan kondisi lingkungan yang berbeda satu dengan lainnya, maka sekolah harus dinamis dan kreatif dalam melaksanakan perannya untuk mengupayakan peningkatan kualitas/mutu pendidikan. Hal ini hanya dapat dilaksanakan jika kepala sekolah di tingkat unit terkecil, memiliki sejumlah kompetensi dasar untuk bisa mengelola sekolah secara baik.

Dari definisi globalisasi dan sejumlah persoalan yang menghiasi komunitas pendidikan seperti diuraikan di atas, pertanyaan yang muncul kemudian adalah konsep pendidikan seperti apa yang harus kita kembangkan agar siswa lulusan sekolah kita bisa memasuki the world systems? Masih ada hubungannya dengan pertanyaan ini, bisakah tatanan hidup masyarakat kita diubah oleh sekolah sebagai institusi pembentuk nalar dan budi manusia Indonesia? Pertanyaan bernuansa pesimis inilah yang santer dikemukakan segelintir orang saat ini di tengah tidak siapnya banyak aktor pada komunitas sekolah menyeberangi arus globalisasi yang sarat tantangan dan mengandalkan kompetensi dan profesionalitas personal. Lanjutan dari pertanyaan di atas adalah, apakah perubahan kurikulum, sertifikasi tenaga guru, pengesahan undang-undang Guru dan Dosen dan perubahan-perubahan lainnya bisa mengatasi akar masalah pendidikan? Jawabannya tentu saja tidak. Sebab semua perubahan yang ada bersifat semu, sesaat, sentralistis, penuh muatan politis, dan sarat korupsi dan kepentingan.

Sumber   :http://warnadunia.com/artikel-pendidikan-globalisasi-pendidikan-dan-ketidaksiapan-sekolah/

Makalah dan Artikel PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Posted April 14, 2009 by khazami
Categories: Pendidikan

Diterbitkan 6 Nopember 2008 43 Komentar
Tags: , , , , , , , , ,

Selamat Datang di

Let’s Talk About Education!

============================

Di bawah ini disajikan berbagai tulisan tentang opini, issue, trend, dan teori seputar PSIKOLOGI PENDIDIKAN.

Jika Anda berkenan untuk membaca atau mendownload materi yang tersedia, silahkan tinggal klik saja tautan materi terkait.

Tentu saja, komentar dan diskusi dari Anda sangat dinantikan guna kepentingan perbaikan dan inspirasi penulisan berikutnya

A. Konsep-Konsep Psikologi

  1. Psikoanalisis
  2. Behaviorisme
  3. Psikologi Humanistik
  4. Memahami Perilaku Individu
  5. Taksonomi Perilaku Individu
  6. Memahami Emosi Individu
  7. Pengaruh Faktor Keturunan terhadap Individu
  8. Pengaruh Lingkungan terhadap Individu
  9. Pola Relasi Orang Tua-Anak dan Pengaruhnya terhadap Individu
  10. Kemampuan Individu
  11. Kecerdasan Individu Delinkuen
  12. Teori-Teori Motivasi
  13. Hakikat Cinta
  14. Perilaku Sosial
  15. Self (Diri)
  16. Ciri-Ciri Kepribadian yang Sehat dan Tidak Sehat
  17. Duapuluh Ciri-Ciri Orang Inovatif

B. Perkembangan Individu

  1. Konsep Perkembangan Individu
  2. Perkembangan Kognitif
  3. Perkembangan Individu secara Didaktis
  4. Perkembangan Karier
  5. Perkembangan Kepribadian
  6. Perkembangan Perilaku Konatif
  7. Perkembangan Moralitas
  8. Perkembangan Keagamaan
  9. Karakteristik Perilaku dan Pribadi Pada Masa Remaja
  10. Problema Masa Remaja

C. Aplikasi Psikologi dalam Pendidikan

  1. Psikologi Pendidikan dan Guru
  2. Konstribusi Psikologi terhadap Pendidikan
  3. Hakikat Belajar
  4. Teori-Teori Belajar
  5. Upaya Mencegah Kecemasan Siswa di Sekolah
  6. Disiplin Siswa di Sekolah
  7. Kreativitas di Sekolah
  8. Rasa Cinta dalam Pendidikan
  9. Aplikasi Teori Kebutuhan Maslow di Sekolah
  10. Pengembangan Aktivitas, Kreativitas dan Motivasi Siswa
  11. Perilaku Nyontek di Sekolah
  12. Sekolah Berbahaya
  13. IQ, EQ dan SQ: Dari Kecerdasan Tunggal ke Kecerdasan Majemuk
Sumber   :http://akhmadsudrajat./2008/08/15/kumpulan-makalah/